Kamis, Juni 30, 2011

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN NEUROBLASTOMA

A. DEFINISI
Neuroblastoma berasal dari embrionyc neural crest dan kelenjar adrenal merupakan tempat yang sering terkena, tumor ini mempunyai keganasan yang tinggi pada bayi dan anak. Biasanya di temukan pada anak usia 2-4 tahun (prof. DR Iskandar W, 1985).
Neuroblastoma adalah tumor ganas yang terjadi pada system persarafan yang berasal dari sel-sel saraf yang terdapat paa medula adrenal dan system saraf simpatik (Sumadi. 2001).
Neuroblastoma adalah tumor ganas yang terjadi pada sistem persarafan yang berasal dari sel – sel saraf yang terdapat pada sistem saraf simpatis dan medula adrenal.

B. ETIOLOGI
Penyebabnya tidak diketahui. Mungkin berhubungan dengan faktor keturunan karena pada sel-sel tumor ditemukan kelainan genetik tertentu.

C. PATOFISIOLOGI
Sel-sel kanker yang berasal dari medula adrenal dan system saraf simpatik berploriferasi,menekan jaringan sekitarnya, kemudian menginfasi sel-sel normal disekitarnya.
Tahap-tahap pada neuroblastoma:
•Tahap I : tumor terlokalisasi pada daerah asal tumor, nodus limfe belum terkna
•Tahap II : tumor unilateral, nodus limfe belumterkena
•Tahap III : tumor menginfiltrasi kearaah tengah, tumor unilateral dengan terkenanya nodus limfe, tumor mengenai seluruh nodus limfe.
•Tahap IV : tumor menginvasi nodus limfelebih jauh, mengenai tulang sumsum tulang, hati dan organ lain.
•Tahap IV-S : tumor dengan cirri tahap I atau II tetapi dngan metastase pada hati, sumsum tulang atau kulit.simpatis
Neuroblastoma berasal dari sel Krista neuralis system saraf dan karena itu dapat timbul dimanapun dari fossa kranialis sampai koksik. Secara histologis, Neuroblastoma terdiri atas sel bulat kecil dengan granula yang banyak

D.MANIFESTASI KLINIS
Neuroblastoma bisa tumbuh di berbagai bagian tubuh. Kanker ini berasal dari jaringan yang membentuk sistem saraf simpatis (bagian dari sistem saraf yang mengatur fungsi tubuh involunter/diluar kehendak, dengan cara meningkatkan denyut jantung dan tekanan darah, mengkerutkan pembuluh darah dan merangsang hormon tertentu).
Gejalanya tergantung kepada asal tumor dan luas penyebarannya.
Gejala awal biasanya berupa perut yang membesar, perut terasa penuh dan nyeri perut. Gejalanya juga bisa berhubungan dengan penyebaran tumor:
1.Kanker yang telah menyebar ke tulang akan menyebabkan nyeri tulang.
2.Kanker yang telah menyebar ke sumsum tulang menyebabkan:
-Berkurangnya jumlah sel darah merah sehingga terjadi anemia
-Berkurangnya jumlah trombosit sehingga anak mudah mengalami memar berkurangnya jumlah sel darah putih sehingga anak rentan terhadap infeksi
3.Kanker yang telah menyebar ke kulit bisa menyebabkan terbentuknya benjolan- benjolan di kulit
4.Kanker yang telah menyebar ke paru-paru bisa menyebabkan gangguan pernafasan.
5.Kanker yang telah menyebar ke korda spinalis bisa menyebabkan kelemahan pada lengan dan tungkai.
Sekitar 90% neuroblastoma menghasilkan hormon (misalnya epinefrin, yang dapat menyebabkan meningkatnya denyut jantung dan terjadinya kecemasan).Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:
-Kulitnya pucat
-Di sekeliling mata tampak lingkaran hitam
-Kelelahan menahun, kelelahan yang berlebihan berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan
-Diare
-Rasa tidak enak badan (malaise) berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan
-Keringat berlebihan
-Gerakan mata yang tak terkendali
-Rewel.

Neuroblasma mempunyai memtestasi bermacam-macam tergantung pada lokasi T-primer dan metastasenya:
- Perut: akibat adanya massa, tidak nyeri, massanya ireguler dan padat, melewati garis tengah pada tubuh.
- Hati: pembesaran hati, sering terjadi pendarahan, pasien tampak pucat akibat anemi.
-Tulang Kranium: nyeri dan osteoporosis, sumsum tulang dapat menghentikan produksi sel-sel darah dan menimbulkan pansitopenea, petechi, ekimosis, terkadang terjadi diare kronik yang merupakan mamtestasiawal dari neuroblasmatoma hipertensi ditemukan pada 25% kasus.

E. KOMPLIKASI
1.Metastase
2.Prognosis buruk

F.PEMERIKSAAN FISIK
1.CT scan untuk mengetahui keadaan tulang pada tengkorak, leher, dada, dan abdomen.
2.Punksi sumsum tulang untuk mengetahui lokasi tumor atau metastase tumor.
3. Analisa urine untuk mengetahui adanya vanillylmandelic aci (VMA). Homovillic acid (HVA), dapomine, norepinephrin.
4.Analisa kromosom untuk mengetahui adanya gen N-myc
5.Meninngkatkan ferritin, neuron-specific enolase (NSE), gangnoside (GD2)

G.PENATALAKSANAAN MEDIS
1. Pemeriksaan Penunjang.
- Lab ~ LED
- Analisa urin untuk mengetahui adanya vanillymandelic acid (UMA) homovillic acid (HUA),dopamine, norepinephrine.
- Analileurumosum untuk mengatahui adanya gen N-nya.
- Ct-scan untukmengetahui keadaan tulang pada tengkorak,leher dada dan abdomen.
- Fungsi sumsum tulang untuk mengatahui lokasi tumor atau metastase tumor.
- Meningkatnya fetritin, Neuron-Spesific Enolose(NSE), Ganglioside (GD2)
- Radiologis
* Foto thoraks.
* Foto polos abdomen.
* Pielografi intravena.
* Reno ateriogram.

G.PENANGANAN
Adapun penanganannya antara lain adalah:
1.Pengobatan
Pengobatannya bervariasi, tergantung kepada lokasi, penyebaran dan usia penderita. Jika kanker belum menyebar, biasanya diangkat melalui pembedahan.
Jika kanker berukuran besar atau telah menyebar, diberikan kemoterapi (obat anti-kanker vincristine, siklofosfamid, doksorubisin dan cisplastin) atau terapi penyinaran. Pemberian vitamin B12 dosis tinggi ada baiknya, walaupun belum diketahui pasti kegunaannya.
2.Terapi Pengobatan.
- Pembedahan pada saat perkembangan tumor pada tahap I dan II.
- Radioterapi pada saat tumor berada pada tahap III.
- Kemoterapi dapat dilakukan baik pada tumor pada tahap awal maupun tahap lanjut.
Obat-obatan pilihan diantaranya adalah vincristin, doxotuban, cyclophosphamide, adriamycia, crsplatia

H.FOKUS PENGKAJIAN
- Pemeriksaan fisik
- Riwayat penyakit
- Kaji adanya rasa nyeri, demam, kelemahan, berat badan menurun, anemia.
- Kaji adanya masa diabdomen, inkontinensia atau retensi urin, ekimosis pada supsaorbital, exoptalmus, paralysis akibat kompresi pada saraf spinal.

I.DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.Risiko injury berhubungan dengan mengganasnya tumor, proliferasi sel, dan dampak pengobatan.
2.Risiko infeksi berhubungan dengan menurunnya system pertahanan tubuh
3.Risiko kurangnya volume cairan berhubungan dengan mual dan muntah
4.Nyeri berhubungan dengan dilakukannya pemeriksaan diagnostic, efek fisiologi neoplasma.

J.INTERVENSI
1.Risiko injury berhubungan dengan mengganasnya tumor, proliferasi sel, dan dampak pengobatan.
Tujuan: Mempertahankan kemoterapi
Kriteria hasil: Anak akan sembuh dari penyakit baik secara sebagian maupun secara keseluruhan dan anak tidak akan mengalami komplikasi dari kemoterapi

Perencanaan
a.Memberikan kemoterapi sesuai dengan anjuran
b.Siapkan anak dan keluarga apabila akan dilakukan pembedahan
c.Observasi tanda-tanda cystitis
d.Membantu anak dalam program radioterapi
2.Risiko infeksi berhubungan dengan menurunnya system pertahanan tubuh
Tujuan: Meningkatkan system pertahanan tubuh.
Kriteria hasil: Anak tidak akan memperlihatkan gejala-gejala infeksi


Perencanaan
a.Memberikan vaksinasi dari virus yang tidak diaktifkan (misalnya varicella, polio salk, influenza)
b.Kolaborasi untuk pemberian obat
c.Menggunakan teknik aseptic untuk seluruh prosedur invasive

3.Risiko kurangnya volume cairan berhubungan dengan mual dan muntah
Tujuan: Mengurangi mual dan muntah.
Kriteria hasil: Anak tidak akan mengalami mual atau muntah.
Perencanaan
a.Kolaborasi untuk pemberian cairan infuse untuk mempertahankan hidrasi.
b.Menghindari memberikan makanan yang memiliki aroma yang merangsang mual atau muntah.
c.Menganjurkan makan dengan porsi kecil tapi sering.

4.Nyeri berhubungan dengan dilakukannya pemeriksaan diagnostic, efek fisiologi neoplasma.
Tujuan: Mengurangi rasa nyeri
Kriteria hasil: Anak tidak akan mengalami rasa nyeri atau nyeri dapat berkurang.
Perencanaan
a.Memberikan teknik untuk mengurangi rasa nyeri nonfarmakologi.
b.Kaji adanya kebutuhan klien untuk mengurangi rasa nyeri
c.Evalasi efektivitas terapi pengurangan rasa nyeri secara teratur untuk mencegah timbulnya nyeri yang berulang.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar